Penertiban Kawasan Citepus

KAWASAN CITEPUS PALABUHANRATU
DITERTIBKAN
 

IMG_0026Atas dasar Surat Peritah Bupati Sukabumi Nomor : 800/364/POLPP Tanggal 04 Maret 2014 Perihal Penertiban Kawasan Citepus. Kamis, 13 Maret 2014 sekitar 200 orang personil SATPOL PP gabungan dari seluruh Kasi Trantib dan Anggota SATPOLPP Se-Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan Penertiban Kawasan Pantai Citepus Palabuhanratu. Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh KASAT POLPP Kabupaten Sukabumi Dadang Eka Widiyanto ini, sebanyak 16 bangunan warung/kafe yang disinyalir digunakan sebagai tempat mengkonsumsi dan transaksi minuman beralkohol di robohkan. Selain itu sebanyak 33 penginapan/pondokan tanpa ijin turut juga di segel oleh PPNS. Selama kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 s/d. 13.00 WIB tersebut turut mem-backup 1 Pleton Pasukan TNI dari Makodim 0622 Palabuhanratu dan 1 Pleton DALMAS POLRI dari Polres Sukabumi. Selain itu dipersiapkan juga unsur instansi teknis terkait yang terdiri dari Dinas PU (alat Berat), BPPT, Dinas TARKIMSIH, DAMKAR, Kantor Kesbangpol, BPBD, BLH, Dinas Kesehatan, POLHUT, Unsur Kecamatan Palabuhanratu dan Desa Citepus.

IMG_0373

Sesuai dengan SOP, kekuatan penuh anggota POLPP dikerahkan secara terorganisir dan dibentuk ke dalam 2 Tim mengingat sebaran objek penertiban yang cukup banyak dan terbentang dalam jarak hampir 1 KM di sepanjang pesisir pantai Citepus Palabuhanratu. Selama pelaksanaan pembongkaran dan penyegelan, hampir tidak ditemukan kendala dan permasalahan berarti. Hal ini berkat adanya penerapan SOP yang konsisten, dimulai dari pengiriman Surat Peringatan 1 sampai dengan ke 3 yang sesuai prosedur. Bahkan para pemilik kafe yang menjadi sasaran objek penertiban beberapa diantara nya sudah ada kesadaran untuk membongkar sendiri.

IMG_0052Berkat rangkaian sosialisasi dan pemberitahuan serta pelaksanaan tahapan SOP yang telah ditempuh, pelaksanaan penertiban refresif yang dilakukan SATPOL PP Kabupaten Sukabumi dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses tanpa kendala berarti. Apresiasi warga masyarakat menyambut baik langkah dan upaya penertiban kawasan Citepus Palabuhanratu tersebut, hal ini secara tidak langsung untuk menjawab dan menyelesaikan keluhan warga masyarakat yang semakin resah terkait kegiatan warung-warung/kafe dan penginapan yang semakin meresahkan warga. Hal ini juga berarti bahwa salah satu upaya pemerintah dalam rangka pemberantasan Pekat (Penyakit Masyarakat) dengan mengurangi aktivitas/kegiatan berbau maksiat di wilayah Kabupaten Sukabumi. Semoga apa yang telah kita laksanakan dapat memberikan efek jera dan skaligus shock therapy bagi warga masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten untuk menjauhkan diri dari minuman beralkohol dan prostitusi. (Admin/RTS)